Pertualangan Alice, Kaya dengan Imajinasi Namun
Bukan untuk Anak-Anak
Oleh : Yessi Yolanda Guci
Judul
Buku : Pertualangan Alice (Alice di
Negeri Ajaib dan Alice Menembus Cermin)
Penulis
: Lewis Carroll
Penerjemah
: Agustina Reni Eta Sitepoe
Tahun
Terbit : 2010
Usia
kelayakan pembaca : 13 tahun keatas (remaja)
Novel yang berjudul Pertualangan
Alice (Alice di Negeri Ajaib dan Alice Menembus Cermin) adalah sebuah novel
terjemahan dari Alice’s Adventures in Wonderland and Through The Looking-Glass
karya Lewis Carroll. Novel karya Carroll tersebut merupakan cerita atau dongeng
anak-anak yang cukup terkenal. Dari awal kemunculannya pada tahun 1856 hingga
saat ini, dongeng anak-anak tersebut masih dikenal oleh banyak orang. Isi dari
novel tersebut terbagi atas dua cerita; cerita pertama berjudul Alice di Negeri Ajaib dan cerita yang kedua
berjudul Alice Menembus Cermin.
Alice di Negeri Ajaib adalah sebuah
cerita fantasi tentang Alice, seorang gadis kecil yang berpetualang di sebuah negeri
ajaib. Negeri yang di dalamnya terdapat hewan-hewan yang dapat bicara serta
makhluk-makhluk yang memiliki rupa aneh. Di negeri tersebut juga terdapat
makanan-makanan serta minuman yang dapat membuat tubuh Alice menjadi besar dan
kecil. Disana alice bertemu, berbincang, bernyanyi serta bermain bersama
hewan-hewan yang dapat bicara dan makhluk-makhluk yang berupa aneh tersebut. Pada
akhir cerita diceritakan bahwa semua hal yang dialami oleh Alice tersebut
hanyalah sebuah mimpi. Pada cerita kedua yang berjudul Alice Menembus Cermin terdapat
kisah mengenai pertualangan Alice yang berada dalam dunia di balik cermin.
Disana Alice menemukan sebuah padang bunga, bertemu dengan bunga-bunga yang
dapat bicara, bertemu dengan aneka ragam serangga aneh, bermain catur besar dan masih banyak hal yang
menarik lainnya.
Kedua cerita tentang pertualangan
seorang gadis kecil di negeri ajaib dan di dunia di balik cermin tersebut
merupakan kedua cerita yang penuh dengan imajinasi. Imajinasi dari seorang
gadis kecil yang dituangkan ke dalam sebuah mimpi. Kedua kisah tersebut
merupakan kisah yang sangat menarik karena memperlihatkan adanya kekayaan
imajinasi yang dimiliki seorang gadis kecil yang seolah-olah penulis ingin
memberitahukan kepada para pembaca bahwa dunia seorang anak kecil adalah dunia
yang penuh dengan imajinasi. Tetapi terdapat hal-hal yang janggal pada cerita
karya Carroll tersebut yaitu, bahasanya yang berat seperti banyak terdapat
kalimat-kalimat implisit di dalamnya, salah satu contohnya adalah “Bila setiap
orang memikirkan urusannya sendiri-sendiri,” kata sang Putri menggeram keras,
“bumi ini akan berputar cepat dari seharusnya.” (Bab 6: Babi dan Merica,
hal.61). Kalimat-kalimat tersebut adalah sebuah ungkapan yang belum tentu semua
anak-anak dapat memahaminya. Selain itu, juga terdapat banyak puisi-puisi yang
diterjemahkan dengan ‘apa adanya’ oleh penerjemah yang membuat puisi-puisi
tersebut terasa kaku dan sulit untuk dimengerti. Dalam cerita tersebut juga ditunjukkan
adanya perilaku yang buruk dari beberapa tokoh yang hal-hal tersebut tidak
pantas untuk ditunjukkan kepada anak-anak. Seperti, terdapat tokoh juru masak
yang melemparkan kuali sup, wajan, piring dan cangkir kepada seorang putri dan
juga bayinya, “Saat ia mencoba. . . . . dan seketika itu juga bersiap untuk
melemparkan apa pun yang berada dalam jangakuannya kepada sang Putri dan bayi.”
(Bab 6: Babi dan Merica, hal.61). Selain itu terdapat tokoh Ratu yang memiliki
karakter seperti pemimpin yang tiran yang hanya karena kesalahan sedikit saja
dari para bawahan dan penduduk di negeri ajaib, ia langsung memerintahkan untuk
memenggal kepala mereka hanya karena melakukan kesalahan kecil tersebut,
“Penggal kepalanya! Penggal...” (Bab 8: Lap.Croquet Sang Ratu hal.84). Semua
hal tersebut jelas tidak pantas untuk ditunjukkan kepada anak-anak. Mereka bisa
saja meniru apa yang terdapat pada cerita tersebut, karena anak-anak memiliki
kecenderungan untuk meniru dan belum bisa membedakan mana yang baik dan mana
yang buruk.
Dari beberapa hal diatas dapat
disimpulkan bahwa cerita karya Lewis Carroll tersebut tidak cocok untuk
dikonsumsi oleh anak-anak yang berusia dibawah 13 tahun.
No comments:
Post a Comment